Sebelum membahas lebih dalam mengenai sub-unit usaha shuttle dan travel berikut adalah definisi yang diberlakukan Perseroan mengenai layanan shuttle dan travel :

Definisi layanan shuttle yang digunakan oleh Perseroan :

Sedangkan definisi dari layanan travel yang diberikan oleh Perseroan :

Ijin usaha diperlukan dari berbagai instansi berwenang dalam melakukan kegiatan operasional sub-unit usaha shuttle dan travel. Berikut adalah perijinan yang wajib diperoleh sebelum melakukan kegiatan usaha pada suatu daerah :

Untuk kegiatan operasional sub unit-usaha shuttle dan travel, Perseroan dilengkapi dengan ijin usaha angkutan. Sedangkan untuk armada shuttle dan travel yang dioperasikan oleh Perseroan dilengkapi ijin AJAP ataupun AKDP, tergantung dari rute yang dilalui oleh armada tersebut.

Tonggak awal berdirinya sub-unit usaha travel adalah pada tahun 2002 dimana Perseroan mulai mengembangkan jasa travel konsep door-to-door dengan beragam tujuan di pulau Jawa, di antaranya Bandung - Bogor, Bandung - Jakarta, Bandung - Bandara Soekarno Hatta, Bandung - Tasikmalaya, Bandung - Cirebon.

Pada tahun 2006, seiring dengan diresmikannya tol Cipularang, Perseroan mengembangkan jasa shuttle dengan konsep service point Bandung - Jabodetabek.

Keberhasilan sub-unit usaha shuttle dan travel untuk menjadi salah satu kontributor terbesar dalam pendapatan Perseroan secara keseluruhan, didasarkan pada beberapa faktor pendukung sebagai berikut :


Armada yang Dioperasikan

Salah satu hal yang mendukung perolehan pendapatan yang cukup besar untuk sub-unit usaha shuttle dan travel adalah besar jumlah armada serta beragamnya jenis kendaraan yang dioperasikan, seperti terlihat pada tabel di bawah ini

Jenis Armada Yang Dioperasikan Oleh Sub-Unit Usaha Shuttle dan Travel